Sunday, August 17, 2008

Kabut Merdeka ::

Merdeka membahana
Bergema lantang di segenap kibar sangsaka
Bangsa yang sedang sakit pun serentak bersuka
Romantika Agustus memang barisan frasa euforia

"Aku ingin merdeka," ujarmu
"Agar hantu-hantu tak lagi terus menyerbu"
"Agar segala asa tak lagi sekedar semu"

Lalu keluh
Lalu kesah
Lalu kisah...

Hmm Cinta... Batinku mulai terinsak
Ingin, ingin sekali kurengkuh jiwa lelahmu
Ingin, ingin sekali kuraup keluh kesahmu
Tapi kutahu, di malam suka cita bangsa ini
Rengkuhanku tak akan kau rasakan sehangat biasanya
Raupanku tak akan kau rasakan sedamai biasanya
Bahwa Cinta, bahwa aku sedang kau rasa jauh...

Lalu sesal
Lalu ratap
Lalu risau...

"Sudahlah," hiburmu tetap berusaha menenangkanku
"Ayolah," bujukmu seolah meyakinkan bahwa kau selalu baik-baik
Dan aku, hanya terus tercekat
Tercekat atas kekanakanku yang purba dan kerap nista...

Lalu hening...

Ah Cinta... Batinku kian tercekat
Begitulah selalu budimu yang legawa
Meski gegap merdeka di langitmu sedang berkabut
Meski telah kulukiskan untukmu sketsa merdeka yang merana

***

[Serpong, 170808 - 00.54 am]

0 comments: